Pekanbaru,Kabarnews-Adat merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kampar.

 

Seluruh elemen harus dapat menjaga serta memperkokoh nilai-nilai adat yang telah di wariskan para leluhur.

 

Konsep Kampar sebagai negeri adat yang berpilin tiga, unsurnya terdiri dari ninik mamak, alim ulama dan pemimpin.

 

Hal itu dikatakan Datuk Marwas – Datuk Besar Kenegerian Gunung Sahilan usai terpilih secara mutlak dalam Musyawarah Besar (Mubes) LAK Kampar yang digelar Minggu, 13 September 2026 di Balai Adat Kampar di Bangkinang.

 

Menurut Datuk Marwas, pemangku adat adalah cerminan bagi seluruh masyarakat.

 

Bak pepatah adat, apabila ninik mamak bersatu, airnyo jonie, kosleknyo putieh, ikannyo jinak insya Allah akan membawa kemakmuran bagi semua.

 

Perbedaan pilihan merupakan hal biasa disetiap kompetisi, namun setelah selesai, tidak ada lagi perbedaan, hasilnya harus diterima semua pihak.

 

Mari kita bersatu bekerjasama demi kemajuan Lembaga Adat Kampar (LAK), serta masyarakat Kabupaten Kampar pada umumnya, ujarnya.

 

Sebagaimana diketahui, dalam pelaksanaan Mubes LAK Kampar ke – 5 yang digelar di Balai Adat Bangkinang, Minggu 13 September 2026, Datuk Marwas – Datuk Besar Gunung Sahilan, berhasil mengungguli Pendi Sugara – Datuk Batuah Kenegerian Air Tiris.

 

Dari 208 suara yang diperebutkan, 171 suara memilih Datuk Marwas sementara Datuk Pendi Sugara hanya meraih 30 suara, sedangkan 7 suara dinyatakan tidak sah.

 

Pada kesempatan itu,

Ketua Panitia Datuk H Edi Susanto menyampaikan, pelantikan Datuk Marwas Ketua LAK terpilih Kampar periode 2026 2031 hasil Mubes LAK- 5 bersama pengurus lainnya, rencana akan dilantik Bupati Kampar bulan Oktober 2026 mendatang.

 

Lembaga Adat Kampar (LAK) adalah sebuah lembaga tempat berkumpulnya para datuk dan para ninik mamak, yang berfungsi melestarikan, membina, menjaga serta mempertahankan nilai-nilai adat istiadat serta budaya lokal masyarakat Kampar Provinsi Riau.

 

Pengirim berita : Toni